Entri yang Diunggulkan

Mengatur Ukuran Gambar Menggunakan HTML

Membuat postingan blog tanpa menambahkan gambar/image serasa kurang lengkap, apalagi kalau postingan tersebut adalah tutorial atau panduan y...

Rabu, 27 Februari 2013

Terungkap, Makhluk Purba Dengan Kaki di Kepala

Fuxhianhuiid.jpg
Fuxhianhuiid
Photo: Yie Jang

Paleontolog menemukan fosil makhluk laut purba berusia 520 juta tahun. Yang unik dari makhluk tersebut, alat gerak atau kakinya berada di kepala.

Makhluk itu sejatinya merupakan golongan arthropoda (hewan dengan kaki beruas- ruas). Para ilmuwan menyebutnya fuxhianhuiid. Hewan ini memiliki alat gerak dan sistem saraf yang masih sama-sama primitif. Adanya kaki di kepala bukanlah tanpa fungsi. Menurut peneliti, makhluk ini menggunakan kaki tersebut untuk mendulang makanan ke dalam mulut, selain untuk bergerak.

Penemuan ini sangat bermanfaat. Beberapa golongan arthropoda saat ini juga memiliki alat gerak di kepala. Ditemukannya fuxhianhuiid akan membantu paleontolog dan biolog menguraikan proses evolusi golongan arthropoda dengan kaki di kepala.

"Karena para biolog bergantung pada alat gerak untuk mengklasifikasikan arthropoda, seperti serangga dan laba-laba, studi kami memberikan referensi penting untuk merekonstruksi evolusi dan kekerabatan dari hewan paling beragam di bumi ini," kata Javier Ortega-Hernandez, paleontolog University of Cambridge yang melakukan penelitian.

Fuxhianhuiid hidup pada masa sebelum arthropoda-arthropoda daratan muncul akibat migrasi dan evolusi arthropoda laut ke darat. Masa tersebut disebut ledakan Cambrian, ketika banyak organisme multiseluler muncul dan berevolusi menjadi lebih kompleks.

Fosil fuxhianhuiid sebenarnya pernah ditemukan sebelumnya, tetapi dalam kondisi yang kurang sempurna. Ortega-Hernandez berhasil mengekskavasi fosil ini dari situs kaya fosil di China, sekitar wilayah Kunming, disebut Xiaoshiba.

Fuxhianhuiid diduga menghabiskan sebagian besar waktunya di dasar laut untuk mengais makanan. Makhluk ini juga diperkirakan bisa berenang dalam jarak pendek. Menurut ilmuwan, makhluk ini berevolusi dari cacing berkaki.

"Fosil ini adalah jendela terbaik untuk melihat hewan dalam fase yang paling primitif," kata Ortega-Hernandez seperti dikutip Livescience, Rabu (27/2/2013).

Sumber

Kamis, 10 Januari 2013

Los Roques Si Segitiga Bermuda Baru

Los_roques.jpg
Los Roques, Venezuela

Pesawat yang membawa maestro rumah mode Italia, Vittorio Missoni, dan lima orang lainnya, Jumat (4/1), dikabarkan hilang di Laut Karibia. Penyebab hilangnya pesawat hingga kini masih simpang siur. Mulai dari kegagalan mekanik hingga diculik oleh para penyelundup obat-obatan terlarang.

Tapi teori yang paling menarik adalah pesawat dan para penumpangnya menjadi korban "Kutukan Los Roques". Sebutan itu muncul karena kala itu pesawat sedang melakukan perjalanan sejauh 140 kilometer dari resort di Los Roques, wilayah kepulauan federal bagian dari Venezuela yang terdiri dari ratusan pulau, menuju Caracas. Dalam perjalanannya tiba-tiba pesawat hilang di atas laut terbuka.

Peristiwa hilangnya pesawat di Los Roques bukanlah kali pertama. Sejak 1990-an setidaknya 15 pesawat dilaporkan dalam keadaan bahaya, jatuh, dan hilang di daerah tersebut. Bahkan Los Roques kini disamakan dengan kawasan Segi Tiga Bermuda yang juga kerap kali menjadi tempat hilangnya pesawat yang sedang terbang di atasnya.

Tahun 2008, sebanyak 14 orang tewas dalam sebuah perjalanan dan hilang di Los Roques. Situs penerbangan sipil VolarenVenezuela melansir, hingga kini tidak ada sisa reruntuhan dari pesawat tersebut yang ditemukan, hanya satu mayat yang berhasil diketemukan. Dengan kata lain pesawat hilang secara misterius.

Spekulasi pun bermunculan, sebagian orang berpendapat hilangnya pesawat sebagai hasil dari pelepasan gas metana secara besar- besaran dari dasar laut. Pendapat lainnya mengungkapkan dengan tidak ditemukannya bukti, mungkin pesawat hilang karena alien yang hidup di bawah gelombang.

Sama halnya dengan Segi Tiga Bermuda yang merupakan hamparan laut terbuka di antara Bermuda, Florida Selatan, dan Puerto Rico yang terkenal dengan hilangnya kapal dan pesawat secara misterius, kali ini orang pun langsung mengaitkannya dengan takhayul.

Beberapa wilayah perairan yang dikenal misterius lainnya yaitu Segi Tiga Michigan yang terletak di Danau Michigan di AS dan Laut Sargasso di Samudra Atlantik. Beberapa kapal dikabarkan hanyut di perairan Laut Sargasso yang tenang. Bahkan pada 1840 saat kapal "Rosalie" yang membawa pedagang Prancis, ditemukan lengkap dengan layar namun tidak ada satu pun awak di dalamnya.

Perairan misterius lain berada di Pasifik yaitu di sekitar Pulau Miyake, sebelah selatan Tokyo. Legenda setempat menyebut ada naga yang hidup di lokasi pantai tersebut. Inilah yang akhirnya melahirkan nama lokasi "Segi Tiga Naga." (Umi Rasmi)

Natioanal Geographic Indonesia

Jumat, 21 Desember 2012

Arkeolog Ungkap Misteri Tengkorak Mirip Alien di Meksiko

tengkorak-mirip-kepala-alien.jpg
Tengkorak mirip kepala alien

Arkeolog di Meksiko dilaporkan mengungkapkan penemuan tengkorak yang bentuk kepalanya menyerupai alien di film "Alien" garapan Ridley Scott. Dari temuan tengkorak dengan bentuk kepala lonjong ke atas, peneliti yakin tengkorak yang ditemukan di dekat desa kecil Meksiko di wilayah Onavas ini berusia 1.000 tahun.

Temuan yang diyakini sebagai temuan pertama di wilayah tersebut menunjukkan praktik penekanan kepala manusia untuk mengubah bentuk tengkorak. Tak heran jika bentuk kepalanya berbeda dengan umumnya kepala manusia, yaitu lonjong ke atas.

"Perubahan bentuk tengkorak dalam budaya Mesoamerika digunakan untuk membedakan satu kelompok sosial dari yang lain dan untuk tujuan ritual," kata arkeolog Cristina Garcia Moreno, Direktur Proyek Penelitian yang bekerja atas nama Arizona State University dengan persetujuan the National Institute of Anthropology and History (INAH), seperti dikutip dari Daiy Mail.

Di tanah pemakaman itu ditemukan 25 tengkorak. Sebanyak 13 tengkorak memiliki perubahan bentuk yang disengaja, sedangkan lima tengkorak lainnya memiliki mutilasi gigi.

"Penemuan unik ini menunjukkan campuran tradisi dari berbagai kelompok Meksiko utara," tambah Moreno.

Penggunaan ornamen yang terbuat dari kerang laut dari Teluk California belum pernah ditemukan sebelumnya di wilayah Sonora. Dalam sebuah penuturan di Youtube, Moreno mengatakan penemuan ini memperluas batas pengaruh masyarakat Meso-Amerika lebih jauh ke utara daripada yang telah tercatat sebelumnya.

Menurut Past Horizons, sebuah komunitas pemerhati arkeologi, beberapa tengkorak tersebut memakai ornamen seperti gelang, cincin hidung, anting-anting, liontin yang terbuat dari kerang yang ditemukan di Teluk California. Dan satu pemakaman berisi cangkang kura-kura, yang ditempatkan secara hati-hati di atas perut.

Mutilasi gigi yang ditemukan diyakini merupakan suatu ritus peralihan. "Mutilasi gigi dalam budaya seperti Nayarit (wilayah bagian Meksiko) itu dilihat sebagai suatu ritus peralihan menjadi remaja," jelas Moreno.

"Hal ini ditegaskan oleh temuan di pemakaman Sonora di mana lima mayat dengan gigi mutilasi adalah seluruh berusia 12 tahun," ujarnya.

Namun, ia melanjutkan, sulit untuk dapat mengenali perbedaan sosial, akibat semua penguburan yang tampaknya memiliki karakteristik yang sama. "Kami juga tidak bisa menentukan mengapa beberapa memakai ornamen dan yang lain tidak, atau mengapa dari 25 kerangka tersebut hanya satu perempuan," ujar Moreno.

Tim arkeologi juga mengatakan dari banyak jumlah tengkorak bayi dan anak-anak, ini menunjukkan risiko kematian yang tinggi jika upaya penekanan kepala ini dilakukan terhadap bayi dan anak-anak.

Dari sampel yang diambil dari salah satu kerangka, temuan ini menunjukkan berasal dari 943 Masehi.

Sumber

Rabu, 19 Desember 2012

Ilmuwan Ungkap Banjir Besar di Masa Nabi Nuh

replika-perahu-nabi-nuh-d.jpg
Replika perahu nabi Nuh di Belanda
Cerita Nabi Nuh dan banjir besar merupakan kisah paling terkenal yang bersumber dari kitab suci, baik agama Yahudi, Nasrani, juga Islam. Tapi kemudian, ahli arkeologi bawah air mengungkap bahwa mereka berhasil membuktikan kisah Nuh dan banjir besar itu.

Robert Ballard, ahli arkeologi bawah air yang sudah dikenal dunia, mengaku timnya telah menelusuri kedalaman Laut Hitam di sekitar Turki. Ini dilakukan untuk mencari bekas peradaban yang tersimpan di dasar laut, yang terpendam sejak masa Nabi Nuh.

Mengutip laman ABC News, selama ini Ballard memiliki rekam jejak untuk berhasil menemukan hal-hal yang dianggap mustahil. Pada 1985, dengan menggunakan robot yang dilengkapi pengendali jarak jauh, Ballard dan timnya menelusuri sisa reruntuhan Titanic.

Sekarang Ballard pun menggunakan teknologi robotik yang lebih canggih untuk mencari jejak Nabi Nuh.

Menurut dia, dunia pada 12.000 tahun lalu terselimuti es. Namun, dia tetap berusaha mencari jejak Nabi Nuh. Menurut Ballard, Laut Hitam dulu merupakan danau air tawar yang dikelilingi kawasan pertanian. Tapi, kemudian gletser mencair pada saat temperatur Bumi semakin menghangat pada 5600 SM, yang mengakibatkan terbentuknya sejumlah lautan.

Inilah yang mengakibatkan terjadinya banjir besar di sebagian besar kawasan dunia. Air itu kemudian mengalir melalui Selat Bosporus dari Turki, untuk kemudian menuju Laut Hitam.

"Kami bicara tentang banjir di sejarah hidup manusia. Pertanyaannya adalah, apakah ada induk dari semua banjir yang terjadi saat itu?" tutur Ballard.

Penelitian Ballard ini dilakukan mengikuti kajian yang dilakukan William Ryan dan Walter Pitman. Mereka menggambar bukti arkeologi dan antropologi, yang menyebut "10 kubik mil air dituangkan setiap hari", yang terjadi selama 300 hari.

Menurut Ryan dan Pittman, lebih dari 60.000 mil persegi daratan terendam banjir. Lalu, permukaan air danau meningkat hingga ratusan kaki, dan memicu migrasi massal hewan-hewan di seluruh Eropa. Kekuatan air sebesar 200 kali air terjun Niagara ini kemudian menyapu seluruh permukaan daratan. Karena itu, danau tersebut pun kemudian berubah menjadi air asin.

Para ilmuwan ini pun mengaku telah melakukan penanggalan karbon dan penggambaran sonar, untuk membuktikan bencana banjir Nuh itu.

"Kami ke sana untuk mencari banjir," ucap Ballard. "Tidak hanya bergerak secara perlahan, yang menyebabkan meningkatnya air laut. Tapi, juga banjir besar yang kemudian menutup daratan," kata Ballard.

Tim ini pun mengklaim telah menemukan garis pantai purba yang dipercaya sebagai bukti kisah Nuh itu. Dengan penanggalan karbon terhadap kerang yang ditemukan, maka pantai itu diperkirakan berasal dari 5000 SM.

Tapi, Ballard mengaku kesulitan untuk menemukan bahtera Nuh. Ballard hanya mengaku memiliki kemungkinan untuk menemukan masyarakat yang tersapu banjir pada 7000 tahun lalu itu.

"Sepertinya bodoh untuk berpikir bisa menemukan bahtera itu," ucapnya. "Tapi apakah bisa menemukan masyarakat yang pernah hidup di situ? Apakah bisa menemukan perkampungan yang sekarang berada di bawah laut? Jawabannya tentu saja 'ya'," tutur Ballard.

Sumber

Selasa, 18 Desember 2012

Bermata Besar dan Berkaki Empat Belas

pauline-avibella.jpg
Pauline Avibella

Paleontolog menemukan fosil makhluk invertebrata di sebuah batuan di wilayah Herefordshire. Fosil itu diduga kuat merupakan spesies sekaligus genus baru dari makhluk serupa udang yang disebut Ostracods.

Fosil ditemukan dalam wujud lengkap, terdiri atas cangkang dan bagian lunak hewan, meliputi tubuh, alat gerak atau kaki, mata, insang, dan saluran pencernaan. Menurut ilmuwan, fosil sudah berusia 425 juta tahun.

"Fosil ini benar-benar memberikan gambaran tentang biologi hewannya," ungkap David Siveter dari University of Leicester yang terlibat penelitian. Ia bersama rekannya mendeskripsikan hasil riset di jurnal Proceedings of the Royal Society B.

Siveter mengungkapkan, fosil yang ditemukan menggambarkan hewan yang memiliki mata besar dan 14 alat gerak. Dua alat gerak di bagian depan secara khusus beradaptasi untuk berenang di dasar suatu perairan.

Analisis fosil itu cukup sulit. "Kami tak bisa mengambilnya dari batuan sebab fosil begitu rentan dan kecil. Kami juga tak bisa melakukan analisis sinar-X karena tak ada cukup kontras densitas antara batu dan fosil," kata Siveter seperti dikutip New York Times, Senin (17/12/2012).

Untuk menguak kebaruan spesies ini, peneliti akhirnya menggunakan teknik tomografi. Dengan teknik ini, secuplik fosil diambil dan dicitrakan. Teknik ini diizinkan oleh komunitas internasional, sedikit merusak fosil tapi menghasilkan data berharga. Spesies dan genus baru yang ditemukan dinamai Pauline avibella, diambil dari nama istri Siveter, Pauline.

Kompas

Jumat, 14 Desember 2012

Bola Api Jatuh Ke Laut Hitam Didekat Turki

fireball-black-sea-turkey.jpg
Photo: thetruthbehindthescenes.org

Bola api dilaporkan jatuh dari langit di semua tempat di dunia dalam sepekan ini, yang terbaru adalah dari Ordu, Turki. Sebuah benda terbakar yang menakjubkan jatuh diatas laut hitam pada tanggal 12 Desember 2012.

Petugas setempat mengklaim, kemungkinan besar itu adalah sebuah meteorit. Sedangkan klaim lain menyatakan itu adalah UFO , karena telah dilaporkan adanya penampakan benda tak dikenal di area tersebut selama beberapa minggu terakhir.

Berikut ini jejak tembakan bola api "aneh" dari kamera petugas dekat area tersebut.

[ TheTruthBehindTheScenes.Org ]

Jumat, 07 Desember 2012

Benarkah Bumi Gelap Total Pada Tanggal 23,24,25 Desember 2012?

planetary-alignment-2012.jpg
Ilustrasi: Kesejajaran Planet
Sumber Photo: google

Mungkin beberapa hari terakhir ini berita di internet diramaikan dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa tanggal 23,24,25 Bumi akan gelap total, berita ini menyatakan bahwa "NASA" telah memprediksi kejadian ini.

Berikut petikan pernyataan "NASA" tersebut:

Whether it's true or not, better be prepared. No panic, stay calm, just pray. Remember to smile more, love more, forgive more...everyday. Better avoid traveling during December 2012) NASA predicts total blackout on 23-25 Dec 2012 during alignment of Universe. US scientists predict Universe change, total blackout of planet for 3 days from Dec 23 2012. It is not the end of the world, it is an alignment of the Universe, where the Sun and the earth will align for the first time. The earth will shift from the current third dimension to zero dimension, then shift to the forth dimension. During this transition, the entire Universe will face a big change, and we will see a entire brand new world. The 3 days blackout is predicted to happen on Dec 23rd, 24th and 25th....during this time, staying calm is most important, hug each other, pray pray pray, sleep for 3 nights...and those who survive will face a brand new world....for those not prepared, many will die because of fear. Be happy..., enjoy every moment now. Don't worry, pray to God everyday. There is a lot of talk about what will happen in 2012, but many people don't believe it, and don't want to talk about it for fear of creating fear and panic. We don't know what will happen, but it is worth listening to USA's NASA talk about preparation.



Terjemahan Dalam Bahasa Indonesia :

Entah benar atau tidak, sebaiknya bersiap"lah, Jangan panik, tetap tenang, dan berdoalah. Ingatlah untuk lebih banyak senyum, lebih banyak mencintai, lebih banyak memaafkan.. setiap hari. Akan lebih baik untuk menghindari perjalanan jauh sepanjang bulan Desember 2012. NASA memperkirakan kegelapan total pada 23-35 Dec 2012 pada saat "sejajarnya alam semesta". Ilmuan US memperkirakan perubahan alam semesta, kegelapan total pada planet (bumi, red) selama 3 hari dimulai pada 23 Des 2012. Ini bukanlah akhir dari dunia, ini adalah "kesejajaran alam semesta", dimana matahari dan bumi akan berada pada satu garis lurus untuk pertama kalinya. Bumi akan bertukar tempat dari dimensi ke 3 ke dimensi 0, lalu bertukar lagi ke dimensi ke 4. Selama perpindahan ini, seluruh alam akan menghadapi perubahan besar, dan kita akan melihat Dunia yang benar" baru. Kegelapan selama 3 hari ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 23, 24 dan 25 Des, Selama kejadian ini terjadi, ketenangan adalah hal yang sangat dibutuhkan, saling peluk satu sama lain, berdoa, dan terus berdoa. Beristirahatlah selama 3 hari ini. Dan mereka yang bertahan akan menghadapi Dunia yang benar" baru ... bagi mereka yang tidak bersiap" akan banyak yang mati karena rasa takut. Berbahagialah, nikmati waktu yang ada mulai dari sekarang. Jangan khawatir, dan berdoalah kepada Tuhan setiap hari. Banyak sekali pembahasan tentang apa yang akan terjadi di tahun 2012, tapi banyak yang tidak percaya, karena mereka takut akan menciptakan kepanikan dan ketakutan pada semua orang. Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, tapi saya rasa tidak akan sia" untuk mempercayai NASA tentang persiapan yang harus dilakukan.



Lalu benarkah NASA telah memprediksikan akan terjadinya "total blackout" pada tanggal 23,24 dan 25 desember 2012?

Setelah saya cek ke situs resminya, NASA membantah telah memprediksikan akan terjadinya "total blackout" tersebut, berikut jawaban NASA atas pertanyaan tersebut:

Q: Is NASA predicting a "total blackout" of Earth on Dec. 23 to Dec. 25?

A: Absolutely not. Neither NASA nor any other scientific organization is predicting such a blackout. The false reports on this issue claim that some sort of "alignment of the Universe" will cause a blackout. There is no such alignment (see next question). Some versions of this rumor cite an emergency preparedness message from NASA Administrator Charles Bolden. This is simply a message encouraging people to be prepared for emergencies, recorded as part of a wider government preparedness campaign. It never mentions a blackout.



Masih perlu di terjemahin? :D

T: Apakah NASA memprediksi "gelap total" Bumi pada 23 Desember-25 Desember?

J: Tentu saja tidak. Baik NASA maupun organisasi keilmuwan lainnya tidak pernah mempridiksi akan terjadinya gelap total yang menimpa bumi. Laporan yang salah ini mengklaim bahwa gelap total disebabkan oleh kesejajaran sistem tata surya dimana semua planet berada dalam satu garis edar. Tidak ada proses kesejajaran garis edar seperti ini yang akan terjadi (lihat pertanyaan selanjutnya). Beberapa versi rumor yang berkembang telah mengutip keterangan dari NASA Administrator Charles Bolden. Apa yang disampaikan beliau adalah himbauan umum yang mendorong masyarakat untuk selalu menyiapkan diri dalam kondisi darurat. Tidak ada sama sekali pernyataan tentang masalah gelap total



Jadi terernyata berita yang sekarang beredar cuma kutipan pernyataan administrator NASA dan itu rupanya hanya sebuah himbauan saja.

Dan memang sudah seharusnya kita selalu siap menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi nanti, karena kita tak pernah tau apa yang akan terjadi nanti,besok ataupun lusa. Bagaimana menurut anda?


Sumber